Jumat, 01 Mei 2015

Bila Benar Aku Mencintaimu


📝 Artikel Tematik
💗 Bila Benar Aku Mencintaimu ....
💗
Dalam sebuah majelis, Syekh Nashiruddin Al-Albani rahimahuLLah, pernah ditanya: "Syekh, apakah seseorang yang mencintai karena ALLah, wajib mengatakan kepada orang yang dicintainya: "Aku mencintaimu karena ALLah?"
Syekh Albani menjawab: "Iya. Akan tetapi cinta karena ALLah memiliki harga yang sangat tinggi, sedikit sekali yang mampu membayarnya. Apakah kalian mengetahui berapa harga cinta karena ALLah? Siapa yang mengetahui, silakan menjawab."
Mulailah para hadirin memberikan jawaban.
Seseorang menjawab: "RasuluLLah shallaLLahu 'alaYhi wa sallam bersabda: "7 golongan yang ALLah menaunginya dengan naungan-Nya pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, salah satunya dua orang yang saling mencintai karena ALLah, bersatu karena ALLah dan berpisah karena-Nya."
Syekh berkata : "Ini adalah perkataan yang benar pada tempatnya, tapi bukan jawaban dari pertanyaanku. Ini adalah sebagian pengertian cinta karena ALLah. Adapun pertanyaanku, apakah harga yang harus dibayar oleh dua orang yang saling mencintai karena ALLah, yang satu kepada yang lain? Bukan apakah balasan akhiratnya? Maksudku, aku ingin menanyakan: Apakah bukti perbuatan bila seseorang mencintai karena ALLah? Karena kadang-kadang, dua orang saling mencintai, tetapi cintanya hanya tampak di luar, tidak benar-benar hakiki. Maka, apakah bukti cinta yang hakiki?"
Seseorang yang hadir menjawab lagi: "Seseorang mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya." 
Syekh Albani berkata: "Ini adalah sifat cinta atau salah satu sifat cinta."
Seseorang menjawab lagi: "Firman ALLah Ta'ala:
 (قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ)
"(Artinya) Katakanlah: apabila kalian mencintai ALLah maka ikutilah aku, maka ALLah akan mencintai kalian." (QS. Ali Imran: 31)
Syekh menjawab: "Ini adalah jawaban yang benar untuk pertanyaan yang lain."
Hadirin yang lain mencoba menjawab: "Tiga hal, yang apabila terdapat pada diri seseorang ia akan merasakan kelezatan iman, salah satunya orang yang mencintai karena ALLah."
Syeikh menjawab: "Itu adalah buah dari cinta karena ALLah, yaitu kelezatan iman dalam hati seseorang."
Seseorang menimpali lagi: "Firman ALLah Taala:
(ِوَالْعَصْرِ * إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ * إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ)
"(Artinya) Demi Masa. Sesungguhnya manusia dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholih, dan saling berwasiat dalam kebenaran dan saling berwasiat dalam kesabaran." (QS. Al-Ashr: 1-3)
Kali ini syekh menjawab: "Ahsanta. Benar, inilah jawabannya."
Saudaraku, mari kita renungkan perkara yang agung ini. Harga sebuah cinta karena ALLah. Siapa di antara kita yang tidak mencintai orang lain? Tentu tidak ada. Setidaknya, kita pasti mencintai pasangan kita, atau anak-anak kita, atau orang tua kita, atau saudara kita. Maka apakah bukti cinta kita pada mereka?
Ternyata buktinya adalah kita menasehatinya kepada kebenaran. Terkadang mudah bagi kita memberikan segala sesuatu yang kita cintai baik berupa harta, waktu, maupun perhatian untuk orang yang kita cintai. Akan tetapi, ketika kita melihatnya melakukan kesalahan, kita diam saja, dengan alasan segan, karena dia memiliki ilmu yang lebih dari kita, atau karena takut ia menjadi marah, takut ia memutuskan hubungan, atau takut ia menjauh, dan sebagainya. Kita merasa takut kehilangannya dengan membiarkannya terjatuh pada kesalahan. Ah, ternyata bukanlah itu bukti cinta yang hakiki.
Mari kita perhatikan perkataan Syeikh selanjutnya..
"Maka, apabila benar aku mencintaimu karena ALLah, selayaknya aku memberimu nasihat, demikian juga engkau menerima nasehatku dan memberiku nasehat. Cinta karena ALLah memiliki harga yang sangat mahal. Cinta karena ALLah adalah bagian dari keikhlasan, yaitu mengikhlaskan segalanya untuk kebaikan orang yang kita cintai, dengan memberikan nasehat. Dengan senantiasa menyuruh kepada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran.. selalu dan selamanya."
✒ Ustadzah Liz Ummu Sholih
Di Kota Madinah

Ulbah bin Zaid

Kisah Mengharukan, Ulbah bin Zaid sang Faqir yang Dermawan
Ulbah bin Zaid adalah salah seorang sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam dan dia adalah salah satu potret kedermawanan si faqir. Bagaimana si faqir dermawan? Ini adalah hal yang luar biasa. Biasanya kedermawanan berasal dari yang kaya. Ulbah bin Zaid si faqir yang sangat dermawan.
Ketika itu musim paceklik sedang melanda kota Madinah. Ekonomi kaum muslimin sedang sulit. Musim panas sedang berada di puncak. Angin musim itu juga membawa hawa panas. Debu-debu beterbangan mengotori atap-atap dan halaman rumah penduduk kota Madinah. Kulit serasa diiris, mata perih seperti diteteskan air cuka pada luka. Bagi penduduk Madinah musim panas seperti itu biasanya mereka lebih memilih untuk istirahat di rumah atau tinggal di kebun mereka sambil memetik kurma muda yang memang lagi ranum-ranumnya. Karena pohon kurma berbuah pada musim panas.
Tahun itu bertepatan dengan Tahun kesembilan Hijrah, satu bulan menjelang Ramadhan. Bagi sahabat Rasulullah perkembangan politik Islam di Madinah sangat luar biasa karena dampak dari pengiriman surat-surat Rasulullah kepada semua Raja yang dikenal oleh bangsa Arab yang menambah panas keadaan baginya. Karena kalangan sahabat sudah tersebar berita akan persiapan bala tentara Romawi sebagai negara yang terbesar saat itu. Sebagai tindak lanjut dari Perang Mut’ah yang sangat terkenal itu, Romawi tidak puas dengan hasil yang mereka diperoleh pada peperangan tersebut apalagi dia adalah peperangan Arab melawan Romawi yaitu yang kita kenal dengan Perang Tabuk. Di sinilah kisah Ulbah bin Zaid. Dia diselipkan oleh sejarah di dalam sejarah perang Tabuk. Peperangan bagi orang Arab pertama kali melawan Romawi.
Kali ini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam mengabarkan kepada para sahabat tentang tujuan dan rencana untuk melaksanakan peperangan di daerah Tabuk, sebuah daerah yang sangat jauh bagi bangsa Arab pada saat itu. Mendengar adanya seruan jihad ini maka kaum muslimin berbondong-bondong datang memenuhi kota Madinah dari seluruh pelosok negeri. Bagaimana pula mereka tidak berjihad di jalan Allah sedangkan Gerbang Syurga yang seluas langit dan bumi akan dibukakan untuknya. Rasulullah mengajak para dermawan untuk menginfakkan harta mereka guna bekal bagi pasukan yang akan berangkat menuju medan perang. Peristiwa ini dikenal dengan Jaisyul ‘Usroh.
Ulbah bin Zaid adalah dari suku Anshor dari kabilah Aus, adalah seorang yang fakir dan tidak memiliki harta benda untuk diinfakkan guna mendukung pasukan yang akan pergi berperang. Ia hanya dapat menyaksikan kesibukan kaum muslimin dalam mempersiapkan kelengkapan perang. Semua orang telah melengkapi dirinya dengan perlengkapan perang seperti baju besi, pedang, panah, tombak, unta, kuda dan lain lain. Ia menyaksikan semua itu dengan kesedihan yang mendalam, karena ia tidak memiliki uang sepeserpun untuk membeli peralatan perang tersebut.
Pagi itu, setelah sholat subuh, ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda : “Barang siapa yang mempersiapkan Jaisyul ‘Usroh, untuknya surga”. Panas dingin rasa badannya mendengar sabda Nabi itu, apalagi dalam peperangan ini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam tidak menerima mujahid kecuali mereka yang memiliki kendaraan dan kelengkapan perang.
Ulbah juga melihat ketika Rasulullah duduk di Kota Madinah di Masjid Nabawi. Ulbah meliha Rasulullah duduk dikelilingi para sahabat. Tiba-tiba Abu Bakar datang sambil membawa uang sebanyak 4000 dirham, lalu beliau serahkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam guna keperluan perang. Melihat uang sebanyak itu maka Rasulullah bertanya kepada Abu Bakar : “Apa yang engkau sisakan kepada keluargamu?” Abu Bakar menjawab : “Aku tinggalkan Allah beserta RasulNya”. Untuk itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam berkata: “Tidak ada harta yang bermanfaat bagiku seperti harta Abu Bakar.” Umar datang dengan membawa setengah hartanya. Usman membawa 1000 dinar dan menyerahkannya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam. Lalu Beliau mengaduk aduknya seraya berkata : “Tidak ada yang membahayakan Usman dengan apa yang dia perbuat setelah ini.” Abdurrahman bin auf membawa 200 uqiyah perak, dan disusul oleh para sahabat yang lain masing masing dengan membawa hartanya.
Para sahabat yang bukan dari golongan berada juga datang berinfak dengan apa yang mereka miliki. Ashim bin Adi membawa 90 wasaq dari kurma kebunnya, sebagian lagi ada yang membawa dua mud bahkan ada yang hanya satu mud (sebanyak dua telapak tangan orang dewasa). Semua kaum muslimin datang berinfak, kecuali para munafiqin.
Melihat hal itu, pulanglah Ulbah dengan membawa kesedihannya. Sampai larut malam ia tidak bisa tidur memikirkan dirinya yang tidak dapat berinfak dan membeli peralatan perang seperti para sahabat lakukan. Dia hanya mebolak-balikkan badannya di atas tikarnya yang lusuh. Selintas timbul dalam fikirannya untuk mengurangi kegundahan hati. Maka ia pun berwudhu lalu melaksanakan sholat. Kemudian ia pun menangis, menumpahkan semua kesedihannya kepada Dzat yang memiliki isi langit dan bumi. Lalu ia berdoa sambil mengangkat kedua tangannya: “ Ya Allah, Engkau memerintahkan berjihad, sedangkan Engkau tidak memberikan aku sesuatu yang dapat aku bawa berjihad bersama RasulMu, dan Engkau tidak memberikan di tangan RasulMu sesuatu yang dapat membawaku berangkat. Maka saksikanlah bahwa sesungguhnya aku telah bersedekah kepada setiap muslim dari semua perbuatan zholim mereka terhadap diriku dari perkara harta, raga atau kehormatan.”
Doa itu ia ucapkan berulang ulang kali seakan akan ia berkata : “Ya Allah, tidak ada yang dapat aku infakkan sebagaimana yang lainnya telah berinfak. Seandainya aku memiliki seperti yang mereka punya, aku akan lakukan untukMu, demi jihad di jalanMu. Yang aku punya hanya kehormatan, kalau Engkau bisa menerimanya, maka saksikanlah bahwa semua kehormatanku telah aku sedekahkan malam ini untukMu!”.
Subhanallah, alangkah jernihnya doa tersebut keluar dari seseorang yang tidak punya; sebuah kedermawanan dari mereka yang disebut papa.
Pagi harinya, ia mengikuti sholat subuh berjamaah bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam. Telah ia lupakan air mata yang telah tertumpah di atas sajadah tadi malam. Tetapi Allah tidak menyia-nyiakannya, Dia khabarkan semua cerita tsb kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam melalui perantaraan Jibril.
Selesai sholat, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda: “Siapa yang tadi malam telah bersedekah? Hendaklah ia berdiri.”
Tidak ada seorangpun dari para sahabat yang berdiri, dan Ulbah pun tidak merasa bahwa ia telah bersedekah.
Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam mendekatinya dan berkata: “Bergembiralah Ulbah. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tanganNya, sesungguhnya sedekahmu tadi malam telah ditetapkan sebagai sedekah yang diterima.”
Alangkah bahagianya Ulbah, doa yang ia panjatkan tadi malam sebenarnya adalah upaya dan usaha dari orang miskin yang tidak punya harta. Kiranya Allah mendengar rintihan dan jeritannya.
Semoga Allah merahmati Ulbah bin Zaid, dengannya kita belajar bahwa tidak selamanya memberi harus dengan materi. Disini kita dapat pelajaran bahwa dengan keterbatasan yang Allah berikan kita juga dapat berbuat untuk Islam. Ulbah bin Zaid bisa berbuat dan didengar oleh Allah, maka berbuatlah untuk Islam. Jadikanlah Ulbah bin Zaid ini Uswah (teladan). Bukankah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam banyak riwayat mengatakan: “ Tasbih adalah sedekah, senyum adalah sedekah, hingga suapan makanan ke mulut istri adalah sedekah, bahkan berhubungan badan dengan istri agar menjaga kehormatannya adalah sedekah.”
Permasalahannya apakah sedekah-sedekah yang seluas dan sebanyak itu diterima oleh-Nya?
Sudahkah kita niatkan semua pekerjaan kita untuk sedekah?
Sudahkah kita usahakan ikhlas dalamnya?
Jawabannya tentu ada pada diri kita masing-masing.
Sumber: Ceramah Ust. Armen Halim Naro.

Minggu, 26 April 2015

Motivasi


Edisi Motivasi, Kesabaran & Keyakinan "#dari tetangga"

Jangan Menunda Pernikahan
Sobat Nida, menit ke jam, jam ke hari, hari ke minggu, minggu ke bulan, bulan ke tahun dan tahun ketahun sampai sekarang belum juga menikah? Apa kata dunia? Ingat muda akan ke tua. Banyak diantara kita yang selalu saja menunda pernikahan dengan berbagai macam alasan, yang sebenarnya kalau dipikir-pikir bukan sebuah masalah, sehingga menunda pernikahan. Alasannya antara lain seperti “1. Nantilah, selesaikan kuliah dulu 2. Mau aku kasih makan apa anak orang, cari kerja tetap dulu 3. Aku belum terlalu mapan, gajiku masih kecil, aku mapankan dulu, dan lain-lain.

Jangan dulu dulu, nanti nanti, tapi sekarang atuh.
Ada satu cerita untuk kita
Anak: aku sudah lulus SMA, aku sudah mau menikah ma.
Mama: Apa!, menikah? Kuliah dulu dan selesaikan, baru menikah.
Anak: ok kalau begitu ma, aku akan kuliah dulu.
Waktu pun berlalu dan…
Anak: aku telah selesaikan kuliahku, ma. Aku mau menikah.
Mama: apa?, menikah? Baru selesai kuliah sudah mau nikah, kerja belum ada. Cari kerja dulu sana, baru menikah.
Si anakpun mencari pekerjaan agar mendapat pengasilan. Ketika telah mendapat pekerjaan lalu…
Anak: Alhamdulillah, aku telah dapat kerja ma, aku mau menikah.
Mama : apa? Menikah? Kerja baru begitu sudah mau menikah, dikasih mapan dulu atuh.
Menit ke jam, jam ke hari, hari ke minggu, minggu ke bulan, bulan ke tahun dan tahun ketahun, akhirnya si anak telah mapan. Ia telah selesai dibangku SMA, menyelesaikan kuliah, mencari pekerjaan, kemudian tahun ketahun bekerja, kini ia telah mapan, dan…
Anak: ma… (dengan lembutnya memanggil), kini aku telah mapan, aku sudah siap menikah. Lalu mamanya berkata…
Mama: Apa? Menikah? Masih ada yang mau sama kamu? ingat, kamu itu sudah tua nak.
Anak: ( $££!&^*&^^*&:__*(&$^$*(DY*&Y(*@);(. Akhirnya tidak jadi menikah.

Karena sibuknya ia menyelesaikan kuliah, mencari pekerjaan lalu bekerja, kemudian memapankan diri dan pekerjaan dari tahun ke tahun, ia sampai lupa bahwa umurnya telah bertambah, fisiknya menua dan mulai lapuk, Masih ada yang mau sama kita?
Alasan-alasan diatas memang tidak sepenuhnya salah, menyelesaikan kuliah, mencari pekerjaan dan bekerja, lalu memapankan diri, itu juga memang benar. Namun ingat, tidak ada satu makhluk pun yang Allah ciptakan tanpa di jamin rezekinya di dunia ini, selama ia mau berusaha.
“Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya….(QS Hud:06)
“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya,….(QS An-Najm:39)

Bukankah ketika menikah pengasilan akan bertambah, pengasilan suami dan istri. Bukankah sambil menikah kita dapat memapankan diri dan pekerjaan. Malah jika telah menikah, diri dan pekerjaan kita akan lebih cepat mapan, karena ada yang mengurusi kita, ada yang selalu memberikan dorongan hidup, sehingga kita akan terus termotivasi dengan keberadaan keluarga yang telah kita bangun, karena orang akan sukses kalau ada yang ingin dia bahagiakan, seperti orang tua, anak dan istri. Kita memiliki tiga dorongan ketika menikah, dari orang tua, dari istri yang solehah dan tentu anak tercinta. Berbeda dengan memapankan diri sebelum menikah, yang dipikirkan hanya diri sendiri, sehingga tidak ada motovasi lain untuk cepat mapan, yang terpenting hari ini aku senang. Berbeda bukan, kalau sudah menikah, motivasinya lebih besar. 

Dengan segera menikah juga kita akan terhindar dari berbagai macam fitnah dan zina
(“Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan…(HR. Bukhari dan Muslim)
Saudaraku, menikah itu bukan sebuah masalah ataupun menambah permasalahan hidup, justru ia sebagai solusi dari permasalahan hidup kita, jangan terlalu takut, selama kita mau berusaha pasti Allah akan berikan bagian kita. Karena ingat, tidak ada satu makhluk pun yang Allah ciptakan tanpa Allah jamin rezekinya di dunia ini, selama kita mau berusaha.
Bukanlah pekerjaan tetap yang kita butuhkan, tapi tetap bekerja. Jadi...? tunggu apalagi :D

Jumat, 24 April 2015

Syafa'at Al Qur'an

SYAFA'AT AL QUR'AN DI DALAM QUBUR
Semoga kita termasuk di dalam golongan orang ini...aamiin
Pertolongan Al-Quran di Alam Kubur.

📜 Dari Sa’id bin Sulaim ra, Rasulullah SAW bersabda: “Tiada penolong yg lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat dan bukan pula yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya).
📔Bazzar meriwayatkan dalam kitab La’aali Masnunah bahwa jika seseorang meninggal dunia, ketika orang - orang sibuk dgn kain kafan dan persiapan pengebumian di rumahnya, tiba - tiba seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan.

📓Setelah dikuburkan dan orang - orang mulai meninggalkannya, datanglah 2 malaikat. Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar
memudahkan tanya jawab.

📒Tetapi si tampan itu berkata: ”Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan utk bertanya kepadanya, lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia dimasukkan ke dalam syurga.”

📗Lalu ia berpaling kepada sahabatnya dan berkata,”Aku adalah Al quran yang terkadang kamu baca dengan suara keras dan terkadang dengan suara perlahan.
⌚Jangan khawatir setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.”

Setelah para malaikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidur dan permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari Mala’il A’la. (Himpunan Fadhilah Amal : 609)
Allahu Akbar, selalu saja ada getaran haru selepas membaca hadits ini.
Getaran penuh pengharapan sekaligus kekhawatiran. Getaran harap karena tentu saja mengharapkan Al-Quran yang kita baca dapat menjadi pembela kita di hari yang tidak ada pembela.
Sekaligus getaran takut, kalau- kalau Al-Quran akan menuntut kita.
Allah…terimalah bacaan Al-Quran kami.
Sempurnakanlah kekurangannya.
⌛Banyak riwayat yang menerangkan bahwa Al-
Quran adalah pemberi syafa’at yang pasti dikabulkan Allah SWT. Aamiin..
➰Prof. DR. Ahmad Sathori Ismail.

Artikel Malam


📒📔📓📙📗
ARTIKEL MALAM
Hr.Tgl. : Selasa 21 April   2015
               03 Rajab  1436 H
No.       : 109/AM/KOM/04/2015
Tujuan : Semua Kutuber
===============================
📚JUDUL : MENGAPA ENGKAU AMPUNI, PADAHAL AKU TIDAK PERNAH BERDOSA?
📰Sumber : http://kisahikmah.com/mengapa-engkau-ampuni-padahal-aku-tidak-pernah-berdosa/
📑📏📑📏📑📏📑📏📑📏📑
Bacalah kisah orang terdahulu, di dalamnya ada mata air yang tak pernah kering, inspirasi tanpa tepi, dan kebaikan yang tak ada batasnya. Terdapat hikmah di dalamnya, bagi siapa yang mau memungut dan memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Di antara mereka itu, ada sosok yang beribadah selama lima puluh tahun, lalu didatangi oleh malaikat.
Dikisahkan oleh Wahab sebagaimana dikutip Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah dalam ‘Uddatush Shabirin, ada seorang hamba yang beribadah selama lima puluh tahun. Allah Ta’ala pun berfirman kepada ahli ibadah itu, “Aku telah mengampunimu.”
Rupanya, lantaran beribadah selama itu, sang ahli ibadah ini melayangkan protes, “Ya Allah, mengapa kau mengampuniku, sedangkan aku tidak pernah melakukan dosa?”
Setelah layangkan protes itu, Allah Ta’ala membuat kaku urat syarafnya hingga sang ahli ibadah tidak bisa tidur ataupun mendirikan shalat. Hanya semalam, lalu ia disembuhkan sehingga bisa beraktivitas seperti semula.
Saat tidur itulah, sang ahli ibadah didatangi malaikat dalam mimpinya. “Apakah gerangan gangguan urat syarafku? Tanyanya dalam mimpi kepada malaikat.
“Tuhanmu berfirman, bahwa ibadahmu selama lima puluh tahun sama nilainya dengan tenangnya kembali urat syarafmu.”
Sobat, demikianlah faktanya. Allah Ta’ala telah memberikan karunia yang sangat banyak dan mustahil dihitung satu persatu. Dalam setiap mili liter oksigen yang kita gunakan untuk bernafas, dari lahir hingga sekarang ini, ada nikmat amat besar yang tak mungkin dibayar dengan harta, sekaya apa pun kita.
Begitupun dalam tiap aliran darah, gerak organ tubuh, dan seterusnya; ada karunia amat besar yang merupakan wujud Maha Pemurah-Nya Allah Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya.
Namun, kita sering kali kufur nikmat. Seringkali tidak tahu diri, merasa besar, dan enggan melakukan muhasabah terhadap amal yang kita kerjakan. Alhasil, sedikit melakukan amal, tapi kita sudah sibuk menghitung pahala yang didapatkan.
Padahal, jika pun ibadah kita banyak, tak ada satu pun yang kuasa menjamin bahwa amal tersebut diterima oleh-Nya. Apalagi jika amalan sedikit, apa adanya, bahkan lebih sering menjalani hidup dalam sia-sia dan dosa.
Rabbi, ampuni kami atas semua lupa dan salah dalam diri. Aamiin.
📑📏📑📏📑📏📑📏📑📏📑
===============================
Konsultasi: 08159016655 (Ust. M. Shofwan Husein)
Facebook : Komunitas Tahajjud Berantai
Fanspages: Komunitas Tahajjud Berantai -KUTUB
Twitter: @tahajudberantai
Email: kutub.indonesia@gmail.com
Blog : kutubindonesia.blogspot.com
Instagram : @komunitastahajjud
Gabung kutub via Whatsapp Ketik
Gabung#nama#no.wa#umur#L/P#domisili
Kirim ke :
Suhardi : 089663691276 (Ikhwan)
Tia          : 087778985150 (Akhwat)
💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠

ISIS


💬 Hari ini banyak sekali dipajang di mana mana spanduk tentang penolakan masyarakat terhadap ISIS. Menyatakan NKRI adalah harga mati
💬 Saya melihat bahwa fenomena penolakan ISIS di Indonesia adalah langkah awal untuk melancarkan pergerakan syi'ah di Indonesia.
💬 Planing nya adalah, ketika dakwah syi'ah sudah menyeluruh, yang tentu dengan taqiyahnya yang begitu menipu, merka akan menyatakan bahwa syiah tidak jauh berbeda dengan Islam pada umumnya.
💬 Ditambah persoalan umat ini dimana mereka tidak begitu mengetahui tentang islam mereka sendiri
💬 Maka ketika syiah sudah menyebar dan diterima oleh masyarakat indonesia serta dianggap sebagai bagian dari islam, orang orang yang menentangnya akan dianggap sebagai radikalis.
💬 Selanjutnya mereka akan dicap sebagai bagian dari ISIS yang mengancam keutuhan NKRI.
💬 Akhirnya sunni akan semakin terpojok dan syiah akan semakin mendapat dukungan dari rakyat -berkat taqiyahnya- Dan sunni akan habis habisan di usir dari Indonesia. Maka tinggal menunggu hari Indonesia menjadi negara syiah
💬 Maka apa apa yang marak saat ini, dimana dikatakan pada tahun 2020 Indonesia akan diajadikan suriah ke dua, bukan suatu hal yang mustahil untuk terjadi. Langkah awal mereka sudah terlihat sejak semula
💬 Kita lihat bahwa ISIS bukan ancaman bagi NKRI. Tak ada sepak terjang ISIS di Indonesia yang menghebohkan. Namun begitu dibesar besarkan. Hingga spanduk spanduk di pasang.
💬 Syiah yang sudah jelas jelas mulai menampakkan batang hidungnya, dari mulai kasus imigran di balikpapan dan kasus kasus lainnya, hanya dilihat atau sengaja dilihat bagai semut di sebrang lautan
💬 22 situs islam sempat dianggap sebagai situs radikal. Karna menolak syiah. Bukan tidak mungkin seluruh muslim Indonesia akan dicap radikal juga, jika menolak syiah. Dengan dalih mereka yang menolak syiah dicap sebagai bagian dari ISIS. Radikalis.
💬 Radikalisme ISIS digembor gemborkan oleh media, baik TV, radio, koran, majalah, dan lain sebagainya. Namun kesesatan dan bahaya Syiah hanya dibahas melalui tabligh akbar saja. Yang jangkauannya tidak begitu luas. Maka bahaya syiah yang harus sangat diwaspadai, akan dianggap spele.  Sedangkan Bahaya ISIS, yang belum terbukti di Indonesia saja, sudah banyak yang mewanti wanti.
💬 Ada propaganda disini.
💬 Maka seluruh harokah  atau Jama'an minal Muslimin di Indonesia perlu mengimbangi gembor gembor bahaya ISIS yang dilakukan oleh media di Indonesia dengan bersama sama mengembor gemborkan bahaya Syiah dimana mana. Baik itu lewat spanduk, tabligh akbar, media, kajian, dan lainnya.
💬 kita tau bahwa rakyat indonesia begitu "lebay". Tak tau apa apa, namun karna terus diberitakan oleh media, seakan akan langsung merasa paling ahli. Maka media yang berat sebelah ini harus diimbangi.
💬 Sudah terfikirkam bagai mana caranya?? Segera Act!! Jangan sampai kita tertinggal terlalu jauh. Jangan sampai ketika syiah sudah " membakar pagar rumah kita" kita baru teriak teriak  ke masyarakat ttg bahaya syiah.
💬 Sebarkan!! Agar semua tau propaganda ini. Mari kita gembor gemborkan bahaya syiah agar masyarakat yang awam tau dan tidak tertipu oleh taqiyah mereka.

Keberkahan Waktu

Keberkahan Waktu
Kasus 1
A : Minggu depan nonton yuk..
B : Ayook….
A : Emmm tapi bukannya  udah mau ujian ya
B : Kan nonton sekali-sekali, belajarnya masih bisa di waktu lain kok

A : Eh Minggu depan ngaji yuk…
B : Waduh maaf nih ujian semester udah deket
A : Ngajinya sebentar kok
B : Emmm… tapi masih banyak banget materi ujian yang belum paham
Kasus 2
A : (via phone) Sob maaf gerimis nih, maen futsalnya minggu depan aja ya
B : Yaelah cuma gerimis kecil, entar kujemput pake mantel

A : (Via phone) jadi ikut ngaji hari ni?
B : Aduh kayaknya cuaca ga dukung nih, udah mulai gerimis
A : kujemput pake mantel ya..?
B : Emmm… ga usah, lagian ga nyaman nanti ngajinya kalo bajunya agak basah-basah gitu
Kasus 3
A : Pokoknya aku harus bisa wisata keliling nusantara, korea, dan jepang
B : jauh amat wisatanya?
A : Iya dong, kalo mau liat tempat indah memang harus jauh melangkah

B : Besok ikut pengajian yuk
A : Dimana?
B : Itu, di masiid samping kampus kita
A : Wah jauh amat…
Kasus 4
A : hari minggu shoping yuk
B : Ayuk pas banget nih
A : eh tapi hari minggu kan jadwalnya dirimu beres-beres rumah
B : Tenang aja, hari lain juga bisa koq
B : Minggu ngaji yuk
A : Kalo minggu jadwal aku beres-beres rumah
B : Beres-beresnya hari lain aja, entar aku bantuin
A : Hari lain aku sibuk
Lihat pintarnya setan meniupkan alasan ketika kita hendak dekat pada ilmu Allah, dan ketika untuk urusan dunia alasan itu entah hilang kemana.
APAKAH KITA ORANG SIBUK ???
Ada seorang ulama berguru kepada seorang ulama...
Selang beberapa lama, saat dia ingin
melanjutkan belajar ke guru lain.gurunya
berpesan :
“Jangan tinggalkan membaca Al Qur’an, Semakin banyak baca Al Qur’an urusanmu semakin mudah”
Dan muridnya pun melakukan. Dia
membaca Al Qur’an 3 juz per hari.
Dia menambahkan hingga 10 juz per hari.
Dan urusannya semakin mudah.
Allah yang mengurus semua urusannya.
Waktu pun semakin berkah.
Apa yang dimaksud dengan berkahnya waktu??
Bisa melakukan banyak hal dalam waktu sedikit.
Itulah berkah Al Qur’an ...
Al Qur’an membuat kita mudah mengefektifkan manajemen waktu.
Bukan kita yang atur waktu kita, tapi Allah...
Padahal teorinya orang yang membaca AlQur’an menghabiskan banyak waktu, mengurangi jatah kegiatan lain, tapi Allah yang membuat waktunya itu jadi berkah.
Hingga menjadi begitu efektif.
Hidup pun efektif.
Dan Allah akan mencurahkan banyak berkah dan kebaikan pada kita karena Al Qur’an .
Salah satu berkahnya adalah membuka
pintu kebaikan, membuka kesempatan
untuk amal shalih berikutnya.
Dan Salah satu balasan bagi amal shalih yang
kita lakukan adalah kesempatan untuk amal
baik berikutnya. Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu
Dan sebaliknya waktu yg selalu sibuk shg hanya habis untuk urusan dunia yg terserak, bisa jadi itu adalah tandanya ada yg salah dlm hidup kita,
Barangsiapa yg bangun di pagi hari dan hanya dunia yg di pikirkannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat HAK ALLAH dalam dirinya, maka ALLAH akan menanamkan 4 macam penyakit padanya :
1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya.
2. Kesibukan yang tidak pernah jelas akhirnya.
3. Kebutuhan yang tidak pernah merasa terpenuhi.
4. Khayalan yang tidak berujung wujudnya.
[Hadits Riwayat Muslim]
Note :
“Keberkahan waktu yaitu bisa melakukan banyak amal kebaikan dalam waktu sedikit”

Al Qur'an


Hal-Hal Unik Seputar Al Qur'an
• Al Qur'an adalah kitab yang paling sering dibaca, didengarkan dan dihafalkan di muka bumi ini.
• Tidak seperti kitab-kitab agama lain, ayat-ayat Al Qur'an tidak ada yang saling bertentangan.
• Pengetahuan modern masa kini telah banyak membuktikan kebenaran isi Al Qur'an secara ilmiah, bahkan orang kafir pun mengakuinya.
• Tidak ada yang bisa merubah dan memalsukan Al Qur'an, karena setiap kali ada upaya pemalsuan selalu terbongkar. Walhamdulillah.
• Banyak manusia mendapatkan hidayah dan memeluk Islam karena bacaan Al Qur'an.
• Al Qur'an adalah satu-satunya kitab yang terjaga keasliannya semenjak diturunkan hingga sekarang.
• Membaca dan mendengarkan Al Qur'an menjadikan hati tenang.
• Meskipun tebal dan berbahasa Arab, Al Qur'an tidak akan membosankan dan juga mudah dihafalkan oleh bangsa non arab.
• Al Qur'an disebut juga: Al kitab, Kitabullah, Al Furqan, Adz Dzikr, Al Mau'idhah, Asy Syifa', Al Hukm, Al Hikmah, Al Huda, At Tanzil, Ar Rahmat, Ar Ruh, Al Bayan, Al Kalam, Al Busyra, An Nur, Al Basha'ir, Al Balagh, dan Al Qaul.
• Jumlah ayat dalam Al Qur'an adalah 6.236 ayat bukan 6.666 ayat.
• Al Qur'an terdiri dari 86 surat Makkiyyah dan 28 surat Madaniyyah. Surat Makkiyyah adalah surat yang turun sebelum peristiwa hijrah, sedangkan Madaniyyah adalah surat yang turun setelah hijrah.
• Dalam surat-surat Madaniyyah terdapat perkataan "yaa ayyuhalladyina aamanu" dan sedikit sekali perkataan "yaa ayyuhannaas", sedang dalam surat Makkiyyah adalah sebaliknya.
• Surat terpanjang dalam Al Qur'an adalah Al Baqarah sedangkan yang terpendek adalah Al Kautsar.
• Ayat yang paling panjang di dalam Al Qur’an adalah ayat 282 dari surat Al Baqarah berisi tentang hukum utang piutang.
• Ayat terpendek dalam Al Qur'an adalah Thaahaa (QS. Thaha: 1).
• Kata paling panjang di dalam Al Qur’an ada di dalam surat Al Hijr ayat 22: FA-ASQOINAAKUMUUHU (maknanya: lalu Kami beri minum kamu dengan air itu).
• Pertengahan Al Qur'an (Nishful Qur'an) terdapat pada surat Al Kahfi ayat 19 pada lafaz "walyatalaththaf".
• Tujuh surat yang panjang (assab'uththiwaal) adalah Al Baqarah, Ali 'Imran, An Nisaa', Al A'raaf, Al An'aam, Al Maaidah dan yang ketujuh menurut beberapa ulama adalah surat Al Anfal dan Bara'ah (At Taubah) secara bersamaan, karena antara keduanya tidak ada pemisah (yaitu basmalah). Tetapi ada juga yang berpendapat surat Yunus.
• Surat yang paling sering dibaca oleh kaum muslimin adalah Al Fatihah.
• Ada 12 (dua belas) nama untuk surat Al Fatihah. Yaitu: Ummul Kitab, Ummul Qur'an, As Sab'ul Matsani, Al Wafiyah, Asy Syafiyah, Al Kafiyah, Suratul Hamdi, Suratus Shalat, Suratus Syifa', Suratus Syukur, dan Suratud Du'a.
• Basmalah bukan termasuk ayat dalam surat Al Fatihah. Namun kalimat basmalah tercantum dalam surat An Naml: 30.
• At Taubah adalah satu-satunya surat yang membacanya tidak diawali dengan basmalah. Dikarenakan surat ini berisi pernyataan perang total kepada kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.
• Tidak seperti surat-surat lain yang menceritakan beberapa kisah, surat Yusuf hanya menceritakan kisah Nabi Yusuf saja dari awal hingga akhir.
• Sebagian ulama menyatakan bahwa di dalam surat Al Baqarah terdapat 1000 perintah, 1000 larangan, 1000 hukum, dan 1000 berita.
• Jika anda ingin mengetahui kedahsyatan hari kiamat maka bacalah surat At Takwir, Al Infithar, dan Al Insyiqaq.
• Dalam surat Al An'aam terdapat doa iftitah yang disunnahkan dibaca dalam shalat setelah takbiratul ihram sebelum membaca Al Fatihah, yaitu pada ayat 79 dan 163.
• Berdasarkan urutan pewahyuan maka lima surat yang pertama adalah Al 'Alaq, Al Qalam, Al Muzzammil, Al Muddatstsir, dan Al Fatihah.
• Surat yang pertama kali diturunkan dengan lengkap di antara surat-surat yang ada di dalam Al Qur'an adalah surat Al Faatihah.
• Dalam satu riwayat diterangkan, surat Al An'aam diturunkan sekaligus 165 ayat dalam semalam, hal ini berbeda dengan surat-surat panjang lainnya yang secara bertahap.
• Ada lima surat di dalam Al Qur’an yang dimulai dengan hamdalah: Al Fatihah, Al An’am, Al Kahfi, Fathir, dan Saba’.
• Ada 7 surat diawali dengan tasbih kepada Allah yaitu: Al Israa’, Al A’laa, At Taghabun, Al Jum’ah, Ash Shaff, Al Hasyr, dan Al Hadid.
• Ada delapan surat di dalam Al Qur’an yang seluruh ayat di tiap-tiap surat diakhiri dengan huruf yang sama. Al Ikhlas, Al Kautsar, An Naas, Al Qadar, Al Fiil, Al ‘Ashr, Al Lail, dan Al Bayyinah.
• Surat Al Mujadalah adalah satu-satunya surat di dalam Al Qur’an yang setiap ayatnya pasti disebutkan lafazh Jalalah (Allah) di dalamnya.
• Tahukah anda? Satu-satunya surat di dalam Al Qur’an yang tidak terdapat huruf MIIM di dalamnya adalah surat Al Kautsar.
• Ada tiga surat di dalam Al Qur’an yang tidak terdapat huruf KAAF di dalamnya adalah surat Quraisy, Al Falaq, dan Al ‘Ashr.
• Satu-satunya surat di dalam Al Qur’an yang tidak disebutkan huruf RA’ di dalamnya adalah surat Al Ikhlas.
• Di dalam surat Al Ikhlash hanya terdapat satu kasroh saja.
• Surat yang tidak terdapat huruf FA di dalamnya adalah Al Fatihah.
• Jumlah huruf muqatha’ah (terpisah sendiri-sendiri di awal-awal surat) ada 14 huruf. Semuanya terhimpun dalam kalimat: NASHSHUN HAKIIMUN QAATHI’UN LAHU SIRRUN.
• Ada 6 surat yang menggunakan nama nabi: Yunus, Hud, Yusuf, Ibrahim, Muhammad, dan Nuh.
• Ada 3 surat yang menggunakan nama orang shalih bukan nabi: Ali 'Imran (keluarga 'Imran), Maryam, dan Luqman.
• Dua orang ayah dan anak yang namanya dijadikan nama surat Al Qur'an adalah 'Imran (Ali 'Imran) dan Maryam.
• Ada 6 surat yang menggunakan nama binatang: Al Baqarah (sapi betina), An Nahl (lebah), An Naml (semut), Al Ankabut (laba-laba), Al 'Aadiyaat (kuda perang), dan Al Fill (gajah).
• At Tiin adalah satu-satunya surat yang menggunakan nama buah-buahan.
• Al Jumu'ah adalah satu-satunya surat yang menggunakan nama hari.
• Nama surat yang hanya terdiri satu huruf adalah Shaad dan Qaaf. Sedangkan Thaha dan Yasin adalah nama surat yang terdiri dari dua huruf.
• Ada 18 surat yang namanya dijadikan sumpah oleh Allah pada awal surat, yaitu: Ash Shaffaat, Adz Dzaariyaat, Ath Thuur, An Najm, Al Qalam, Al Qiyaamah, Al Mursalaat, An Naazi'aat, Al Buruuj, Ath Thaariq, Al Fajr, Al Balad, Asy Syams, Al Lail, Adh Dhuhaa, At Tiin, Al 'Aadiyaat, dan Al 'Ashr.
• Ada 6 surat yang ayat pertamanya berupa pertanyaan yaitu: Al Insaan, An Naba', Al Ghasyiah, Alam Nasyrah, Al Fiil, dan Al Maa'un.
• Ada 29 surat yang dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah yang dinamakan "Fawaatihushshuwar" artinya pembukaan surat-surat.
• Di dalam Al Qur’an ada enam nabi yang memiliki ayah seorang nabi pula. Ismail bin Ibrahim, Ishaq bin Ibrahim, Ya’qub bin Ishaq, Yusuf bin Ya’qub, Yahya bin Zakariya, dan Sulaiman bin Dawud.
• Al Qur'an menyebutkan ada 5 nabi yang diberi nama oleh Allah sebelum mereka diciptakan di dunia ini, yaitu: Muhammad (Ash Shaff: 6), Yahya (Maryam: 7), Isa (Ali 'Imran: 45), Ishak dan Ya'qub (Huud: 71)
• Nabi Musa 'alaihissalam namanya disebutkan dalam 34 surat Al Qur'an. Sedangkan Nabi Nuh 'alaihissalam dalam 28 surat Al Qur'am.
• Nabi Yusuf namanya disebutkan sebanyak 25 kali dalam satu surat, yaitu pada surat Yusuf.
• Nabi Musa namanya disebut 21 kali dalam satu surat, yaitu surat Al A'raf.
• Nabi yang paling banyat disebut namanya dalam Al Qur'an adalah Musa 'alaihissalam yaitu 136 kali.
• Sedang nabi yang paling sedikit disebut dalam Al Qur'an adalah Idris, Dzulkifli, Ilyas, dan Ilyasa'. Masing-masing hanya disebut 2 kali.
• Allah menyebutkan 12 nabi dalam satu ayat yaitu pada surat An Nisaa': 163. Sedangkan pada surat Al An'aam, Allah menyebutkan 18 nabi secara berurutan pada ayat 83-86.
• Maryam binti Imran adalah satu-satunya wanita yang namanya disebutkan di dalam Al Qur’an. Nama beliau disebutkan sebanyak 34 kali.
• Zaid bin Haritsah adalah satu-satunya sahabat Rasulullah yang namanya disebutkan di dalam Al Qur'an, yaitu surat Al Ahzab ayat 37.
• Abu Lahab adalah satu-satunya tokoh musyrikin Quraiys yang namanya disebut dalam Al Qur'an sekaligus dijadikan nama sebuah surat, yaitu Al Lahab.
• Al Qur'an menyebutkan, binatang yang pertama kali mengajari manusia adalah burung gagak, yaitu cara menguburkan jenazah (Al Maidah: 31)
• Di dalam Al Qur'an telah disebutkan seekor binatang yang secara zalim dituduh, padahal binatang itu terbebas dari apa yang dituduhkan kepadanya. Binatang itu adalah serigala yang dituduh memakan Nabi Yusuf (Yusuf: 17)
Demikianlah semoga bermanfaat

Kamis, 05 Maret 2015

5 (Lima) S

5 (Lima) S

Suatu saat, adzan Maghrib tiba. Kami bersegera shalat di sebuah mesjid yang dikenal dengan tempat mangkalnya aktivis Islam yang mempunyai kesungguhan dalam beribadah. Di sana tampak beberapa pemuda yang berpakaian “khas Islam” sedang menantikan waktu shalat. Kemudian, adzan berkumandang dan qamat pun segera diperdengarkan sesudah shalat sunat. Hal yang menarik adalah begitu sungguh-sungguhnya keinginan imam muda untuk merapikan shaf.
Tanda hitam di dahinya, bekas tanda sujud, membuat kami segan. Namun, tatkala upaya merapikan shaf dikatakan dengan kata-kata yang agak ketus tanpa senyuman, “Shaf, shaf, rapikan shafnya!”, suasana shalat tiba-tiba menjadi tegang karena suara lantang dan keras itu. Karuan saja, pada waktu shalat menjadi sulit khusyu, betapa pun bacaan sang imam begitu bagus karena terbayang teguran yang keras tadi. Seusai shalat, beberapa jemaah shalat tadi tidak kuasa menahan lisan untuk saling bertukar ketegangan yang akhirnya disimpulkan, mereka enggan untuk shalat di tempat itu lagi.
Pada saat yang lain, sewaktu kami berjalan-jalan di Perth, sebuah negara bagian di Australia, tibalah kami di sebuah taman. Sungguh mengherankan, karena hampir setiap hari berjumpa dengan penduduk asli, mereka tersenyum dengan sangat ramah dan menyapa “Good Morning!” atau sapa dengan tradisinya. Yang semuanya itu dilakukan dengan wajah cerah dan kesopanan. Kami berupaya menjawab sebisanya untuk menutupi kekagetan dan kekaguman. ini negara yang sering kita sebut negara kaum kafir.

Dua keadaan ini disampaikan tidak untuk meremehkan siapapun tetapi untuk mengevaluasi kita, ternyata luasnya ilmu, kekuatan ibadah, tingginya kedudukan, tidak ada artinya kalau kita kehilangan perilaku standar yang dicontohkan Rasulullah SAW, sehingga mudah sekali merontokan kewibawaan dakwah itu sendiri.
Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan dengan berinteraksi dengan sesama in bagaimana kalau kita menyebutnya dengan 5 S Senyum, salam, sapa, sopan, dan santun.

1. Senyum
Kita harus meneliti relung hati kita kalau kita tersenyum dengan wajah jernih kita rasanya ikut terimbas bahagia. Kata-kata yang disampaikan dengan senyuman yang tulus, rasanya lebih enak didengar daripada dengan wajah bengis dan ketus. Senyuman menambah manisnya wajah walaupun berkulit sangat gelap dan tua keriput. Yang menjadi pertanyaan, apakah kita termasuk orang yang senang tersenyum untuk orang lain? Mengapa kita berat untuk tersenyum, bahkan dengan orang yang terdekat sekalipun. Padahal Rasulullah yang mulia tidaklah berjumpa dengan orang lain kecuali dalam keadaan wajah yang jernih dan senyum yang tulus. Mengapa kita begitu enggan tersenyum? Kepada orang tua, guru, dan orang-orang yang berada di sekitar kita?

2. Salam
Ketika orang mengucapkan salam kepada kita dengan keikhlasan, rasanya suasana menjadi cair, tiba-tiba kita merasa bersaudara. Kita dengan terburu-buru ingin menjawabnya, di situ ada nuansa tersendiri. Pertanyaannya, mengapa kita begitu enggan untuk lebih dulu mengucapkan salam? Padahal tidak ada resiko apapun. Kita tahu di zaman Rasulullah ada seorang sahabat yang pergi ke pasar, khusus untuk menebarkan salam. Negara kita mayoritas umat Islam, tetapi mengapa kita untuk mendahului mengucapkan salam begitu enggan? Adakah yang salah dalam diri kita?

3. Sapa
Mari kita teliti diri kita kalau kita disapa dengan ramah oleh orang lain rasanya suasana jadi akrab dan hangat. Tetapi kalau kita lihat di mesjid, meski duduk seorang jamaah di sebelah kita, toh nyaris kita jarang menyapanya, padahal sama-sama muslim, sama-sama shalat, satu shaf, bahkan berdampingan. Mengapa kita enggan menyapa? Mengapa harus ketus dan keras? Tidakkah kita bisa menyapa getaran kemuliaan yang hadir bersamaan dengan sapaan kita?

4. Sopan
Kita selalu terpana dengan orang yang sopan ketika duduk, ketika lewat di depan orang tua. Kita pun menghormatinya. Pertanyaannya, apakah kita termasuk orang yang sopan ketika duduk, berbicara, dan berinteraksi dengan orang-orang yang lebih tua? Sering kita tidak mengukur tingkat kesopanan kita, bahkan kita sering mengorbankannya hanya karena pegal kaki, dengan bersolonjor misalnya. Lalu, kita relakan orang yang di depan kita teremehkan. Patut kiranya kita bertanya pada diri kita, apakah kita orang yang memiliki etika kesopanan atau tidak.

5. Santun
Kita pun berdecak kagum melihat orang yang mendahulukan kepentingan orang lain di angkutan umum, di jalanan, atau sedang dalam antrean, demi kebaikan orang lain. Memang orang mengalah memberikan haknya untuk kepentingan orang lain, untuk kebaikan. ini adalah sebuah pesan tersendiri. Pertanyaannya adalah, sampai sejauh mana kesantunan yang kita miliki? Sejauh mana hak kita telah dinikmati oleh orang lain dan untuk itu kita turut berbahagia? Sejauh mana kelapang dadaan diri kita, sifat pemaaf ataupun kesungguhan kita untuk membalas kebaikan orang yang kurang baik?
Saudara-saudaraku, Islam sudah banyak disampaikan oleh aneka teori dan dalil. Begitu agung dan indah. Yang dibutuhkan sekarang adalah, mana pribadi-pribadi yang indah dan agung itu? Yuk, kita jadikan diri kita sebagai bukti keindahan Islam, walau secara sederhana. Amboi, alangkah indahnya wajah yang jernih, ceria, senyum yang tulus dan ikhlas, membahagiakan siapapun. Betapa nyamannya suasana saat salam hangat ditebar, saling mendo’akan, menyapa dengan ramah, lembut, dan penuh perhatian. Alangkah agungnya pribadi kita, jika penampilan kita selalu sopan dengan siapapun dan dalam kondisi bagaimana pun. Betapa nikmatnya dipandang, jika pribadi kita santun, mau mendahulukan orang lain, rela mengalah dan memberikan haknya, lapang dada,, pemaaf yang tulus, dan ingin membalas keburukan dengan kebaikan serta kemuliaan.
Saudaraku, Insya Allah. Andai diri kita sudah berjuang untuk berperilaku lima S ini, semoga kita termasuk dalam golongan mujahidin dan mujahidah yang akan mengobarkan kemuliaan Islam sebagaimana dicita-citakan Rasulullah SAW, Innama buitsu liutammima makarimal akhlak, “Sesungguhnya aku diutus ke bumi ini untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.

Catatan:
Tulisan ini diambil dari ceramah-ceramah Aagym yang dituangkan dalam tulisan bila ada kesalahan dalam isi (tidak sesuai dengan ceramah Aagym) merupakan kesalahan penulis.

5 Kiat Praktis Mengatasi Persoalan Hidup

5 Kiat Praktis Mengatasi Persoalan Hidup

Hal yang pasti tidak akan luput dari hidup kita sehari-hari adalah apa yang disebut dengan “ masalah “ atau persoalan hidup. Dimanapun, apapun dan dengan siapapun, semua memungkinkan munculnya masalah.
Namun andaikata kita cermati dengan seksama ternyata dengan persoalan yang précis sama, sikap orang pun berbeda-beda. Ada yang begitu panik, goyah, kalut dan stres. Tapi ada pula yang menghadapinya secara mantap, tenang atau bahkan malah menikmatinya.
Hal ini berarti bahwa “masalah “ atau persoalan yang sesungguhnya, bukan terletak pada persoalannya, melainkan pada sikap terhadap persoalan tersebut.
Oleh karena itu, siapapun yang ingin menikmati hidup ini dengan baik, benar, indah lagi bahagia mutlak bagi dirinya untuk terus menerus meningkatkan kuantitas dan kualitasnya seiring dengan pertambahan umur, tuntutan, harapan, kebutuhan, cita-cita serta tanggung jawab.
Kelalaian kita dalam menyadari pentingnya bersungguh-sungguh mencari ilmu mengenai cara manghadapi hidup ini ditambah dengan kemalasan kita dalam melatih dan mengevaluasi keterampilan kita dalam menghadapi persoalan hidup, berarti akan membuat hidup  ini hanyalah sekedar perpindahan kesengsaraan, penderitaan, kepahitan dan tentu saja kehinaan yang bertubi-tubi.  Na’udzubillah.

1. SIAP

Siap apa? Siap menghadapi yang cocok dengan yang diinginkan dan siap menghadapi yang tidak cocok dengan keinginan.
Kita memang diharuskan memiliki keinginan cita-cita, rencana yang benar dan wajar dalam hidup ini. Bahkan kita sangat dianjurkan untuk gigih ikhtiar mencapai apapun yang terbaik bagi dunia akhirat, semaksimal kemampuan yang Allah Swt berikan kepada kita.
Namun bersamaan dengan itu kita pun harus sadar sesadar-sadarnya bahwa kita hanyalah makhluk  yang sangat banyak memiliki keterbatasan untuk mengetahui segala hal yang tidak terjangkau oleh daya nalar dan kemampuan kita.
Dan dalam hidup ini ternyata lebih sering terjadi yang tidak terjangkau oleh pikiran kita, yang diluar dugaan dan diluar kemampuan kita untuk mencegahnya.
Andaikata kita selalu terjebak dengan tindakan yang salah dalam mensikapinya maka betapa hari-hari akan berlalu penuh kekecewaan, penyesalan, keluh kesah, kedongkolan, hati yang galau. Sungguh rugi! Padahal hidup hanya satu kali dan kejadian yang tak diduga pun pasti akan terjadi lagi.
Kita punya rencana, Allah Swt pun punya rencana dan yang pasti terjadi adalah apa yang menjadi rencana Allh Swt.
Yang lebih lucu serta menarik, yaitu kita sering marah dan kecewa dengan suatu kejadian namun setelah waktu berlalu ternyata ‘kejadian’ tersebut   begitu menguntungkan dan membawa hikmah yang sangat besar dan sangat bermanfaat, jauh lebih baik dari apa yang diharapkan sebelumnya.
Alkisah ada dua orang kakak beradik penjual tape, yang berangkat dari rumahnya disebuah dusun pada pagi hari seusai shalat shubuh. Di tengah pematangan sawah tiba-tiba pikulannya sang kakak berderak patah. Tape dipikulan sebelah kiri masuk kesawah dan yang sebelah kanan masuk ke kolam.
Betapa kaget, sedih, kesal dan merasa sangat sial, jualan belum, untung belum bahkan modalpun habis terbenam. Dengan penuh kemurungan dan uring-uringan kembali kerumah.
Tapi dua jam kemudian dating berita yang mengejutkan, ternyata kendaraan yang biasa ditumpangi para pedagang tape terkena musibah sehingga seluruh penumpangnya cidera bahkan di antaranya ada yang cidera berat.
Satu-satunya di antara kelompok pedagang yang senantiasa menggunakan angkutan tersebut yang selamat hanyalah dirinya, yang tidak jadi berjualan karena pikulannya patah.
Subhanallah, dua jam sebelumnya patah pikulan dianggap kesialan besar, dua jam kemudian patah pikulan dianggap keburuntungan luar biasa.
Oleh karena itu “fa idzaa azamta fa tawaqqal alallah”, bulatkan tekad, sempurnakan ikhtiar namun hati tetep menyerahkan segala keputusan dan kejadian terbaik kepada Allah Swt. Dan siapkan mental kita untuk menerima apapun yang terbaik menurut ilmu Allah Swt.
Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 216 “Boleh jadi engkau tidak menyukai sesuatu padahal bagi Allah Swt. Lebih baik bagimu, dan boleh jadi engkau menyukai sesuatu padahal buruk dalam pandangan Allah Swt.”
Maka jikalau dilamar seseorang bersiaplah untuk menikah dan bersiap pula kalau tidak jadi nikah. Karena melamar kita, belumlah tentu jodoh terbaik  seperti yang senantiasa diminta oleh dirinya maupun orang tuanya.
Kalau mau UMPTN berjuanglah sungguh-sungguh untuk diterima ditempat yang dicita-citakan namun siapkan pula diri ini, andaikata Allah Yang Maha Tahu bakat, karakter dan kemampuan kita sebenarnya akan menempatkan di tempat yang lebih cocok, walaupun tidak sesuai dengan rencana sebelumnya.
Melamar kerja, lamarlah dengan penuh kesungguhan namun hati harus siap andaikata Allah Swt. Tidak mengijinkannya karena Allah tahu tempat jalan rezeki yang lebih berkah.
Bila berbisnis, jadilah seorang professional yang handal, namun ingat bahwa keuntungan besar yang kita rindukan belumlah tentu maslahat bagi dunia akhirat kita. Maka bersiaplah menerima untung terbaik menurut perhitungan Allah Swt.
Demikianlah dalam segala urusan apapun yang kita hadapi.

Kesimpulan:
Sempurnakan niat dan ikhtiar, namun hati siapkan menerima apapun yang terbaik menurut Allah Swt.

2. RIDHO

Siap menghadapi apapun yang akan terjadi dan bila terjadi maka satu-satunya langkah awal yang harus dilakukan adalah mengelola hati kita agar ridho (rela) dengan kenyataan yang ada.
Mengapa demikian?, karena walaupun dongkol, uring-uringan, kecewa berat tetap saja kenyataan sudah terjadi. Pendek kata ridho tidak ridho kejadian tetap sudah terjadi, maka lebih baik hati kita ridho saja menerimanya.
Menanak nasi gagal, malah jadi bubur. Andaikata kita muntahkan kemarahan tetap saja bubur, tidak marahpun tetap bubur, maka daripada mendzolimi orang lain dan memikirkan sesuatu yang membuat hati mendidih, lebih baik pikiran dan tubuh kita sibuk mencari bawang goreng, ayam, cakwe, seledri, keripik dan kecap supaya bubur kita menjadi bubur ayam special, tentu selain perasaan kita tidak jadi sengsara, nasi yang gagal pun tetap bias dinikmati dengan lezat.
Misalkan sedang jalan-jalan, tiba-tiba ada batu kecil nyasar entah dari mana dan mendarat tepat dikening kita, maka hati kita harus ridho karena tidak ridhopun tetep benjol. Tentu saja ridho terhadap sesuatu kejadian bukan berarti pasrah total sehingga tidak bertindak apapun, itu adalah pengertian yang keliru.
Pasrah (ridho) itu hanya amalan hati. Kita menerima kenyataan yang ada, tapi pikiran dan tubuh wajib ikhtiar untuk memperbaiki kenyataan dengan cara yang diridhoi Allah Swt.
Kondisi hati yang tenamg (ridho)  ini sangat membantu menjadikan proses ikhtiar menjadi positif, optimal dan bermutu.
Orang yang stess adalah orang yang tidak memiliki kesiapan mental menerima kenyataan yang ada, selalu saja pikirannya tidak relistis, tidak sesuai dengan kenyataan, sibuk menyesali dan mengandai-andai dengan sesuatu yang sudah tidak ada atau tidak mungkin terjadi, sungguh kesengsaraan yang dibuat sendiri.
Misalkan tanah warisan telah dijual tahun yang lalu dan saat ini ternyata harga tanah tersebut melojak berlipat ganda, maka orang-orang yang malang selalu saja menyesali mengapa dulu tergesa-gesa dijual. Kalau saja mau ditangguhkan niscaya akan lebih beruntung, dan biasanya dilanjutkan dengan bertengkar saling menyalahkan sehingga semakin lengkap saja penderitaan dan kerugian memikirkan tanah yang nyata-nyata telah menjadi milik orang lain.
Berbadan pendek – sibuk menyesali diri – mengapa tidak jangkung. Setiap melihat tubuhnya, kecewa, apalagi melihat yang lebih tinggi dari dirinya. Sayangnya penyesalan ini tidak menambah tingginya walau  satu senti pun jua.
Memiliki orang tua kurang mampu atau telah cerai, atau sudah meninggal, lalu sibuk menyalahkan dan menyesali keadaan bahkan terkadang menjadi tidak mengenal sopan santun kepada keduanya, padahal sikap ini tidak memperkaya atau mempersatukannya, atau menghidupkannya kembali.
Sungguh banyak sekali kesalahan berpikir dan bertindak terhadap apa yang sudah terjadi, yang tidak menambah apapun selain menyengsarakan diri.
Ketahuilah hidup ini terdiri dari berbagai episode yang tidak akan monoton, ini adalah kenyataan hidup. Silahkan kenang perjalanan hidup kita yang telah lalu. Benar-benar kita harus arif mensikapi setiap episode dengan lapang dada, kepala dingin dan hati yang ikhlas. Jangan selimuti diri dengan keluh kesah, semua itu tidak menyelesaikan masalah, bahkan bisa jadi sebaliknya.

Kesimpulan:
Hati harus ridho menerima apapun kenyataan yang terjadi sambil ikhtiar memperbaiki kenyataan pada jalan yang diridhoi Allah Swt.

3. JANGAN MEMPERSULIT DIRI

Andaikata kita mau jujur, sesungguhnya kita ini paling hobi mengarang, mendramatisir dan mempersulit diri. Sebagian besar penderitaan kita adalah hasil dramatisasi perasaan dan pikiran sendiri.
Selain tidak pada tempatnya,  juga pasti membuat masalah akan menjadi besar, lebih seram, lebih dahsyat, lebih pahit, lebih gawat, lebih pilu daripada kenyataan aslinya, dan tentu ujungnya akan terasa jauh lebih nelangsa,  lebih repot dalam menghadapinya (menyelesaikannya)
Orang yang menghadapi masa pensiun, terkadang jauh sebelumnya sudah sengsara. Terbayang gaji kecil yang pasti tidak akan mencukupi kebutuhan, padahal saat ini saja sudah pas-pasan, ditambah lagi kebutuhan anak-anak yang kian membengkak, anggaran rumah tangga plus listrik,air, cicilan rumah belum lunas, utang belum terbayar.
Belum lagi kalau sakit, tidak ada anggaran pengobatan, umur makin menua, fisik kian melemah. Semakin panjang derita yang kita buat, maka semakin panik menghadapi pengsiun.
Tentu saja sangat boleh kita memperkirakan kenyataan yang akan terjadi namun harus terkendali dengan baik jangan sampai perkiraan itu membuat putus asa dan sengsara sebelum waktunya.
Begitu banyak orang yang sudah pensiun yang ternyata tidak segawat yang diperkirakan atau bahkan jauh lebih tercukupi dan berbahagia daripada sebelumnya.
Apakah Allah Swt. Yang Maha Kaya akan menjadi kikir terhadap para pensiunan atau terhadap kakek-kakek dan nenek-nenek padahal pensiun hanyalah salah satu episode hidup yang harus dijalani, yang tidak mempengaruhi janji dan kasih sayang Allah.
Maka dalam menghadapi persoalan apapun jangan hanyut tenggelam dalam pikiran yang salah. Kita harus tenang, menguasai diri. Renungkanlah janji dan jaminan pertolongan Allah Swt.
Dan bukanlah kita sudah sering melalui masa-masa yang sangat sulit dan ternyata bisa lolos akhirnya, tidak segawat yang kita perkirakan sebelumnya.
Yakinlah bahwa Allah Yang Maha Tahu segalanya pasti telah mengukur ujian yang menimpa kita sesuai dengan dosis yang tepat dengan keadaan dan kemampuan kita.
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan dan sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan “. (Al Insyiroh/94:5-6)
Sampai dua kali Allah Swt. Mengutamakan janji-Nya. Tidak mungkin dalam hidup ini terus menerus kesulitan,  karena dunia ini bukan neraka. Begitupun, tidak mungkin dalam hidup ini terus menerus kelapangan dan kemudahan karena dunia ini bukan surga, segalanya pasti akan ada akhirnya dan dipergilirkan dengan keadilan Allah Swt.

4. EVALUASI DIRI

Ketahuilah hidup ini bagai gaung di pegunungan, apa yang kita bunyikan, suara itu pulalah yang akan kembali kepada kita, artinya segala yang terjadi pada kita adalah buah dari apa yang kita lakukan.
“Barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar (seberat) dzarahpun, niscaya dia akan lihat balasannya, dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarahpun niiscaya dia akan melihat balasannya.” (Qs. Al Zalzalah 7,8)
Allah Swt. Maha Peka terhadap apapun yang kita lakukan, dan dengan keadilannya tidak akan ada yang meleset. Siapaun yang berbuat kebaikan sekecil apapun dan setersembunyi apapun, niscaya Allah Swt.akan membalas berlipat ganda dengan aneka bentuk yang terbaik menurut-Nya.
Sebaliknya kedzoliman sehalus apapun yang kita lakukan yang nampaknya seperti mendzolimi orang lain, padahal sesungguhnya kita sedang mendzolimi diri sendiri dan sedang mengundang bencana balasan dari Allah Awt. Yang pasti lebih getir dan gawat, naudzubilah.
Andaikata ada batu yang menghantam kening kita, selain hati harus ridho, kitapun harus merenung, mengapa Allah menimpakan batu ini tepat kekening kita, padahal lapangan begitu luas dan kepalapun begitu kecil?
Bisa jadi semua ini adalah peringatan, bahwa kita sangat sering lalai bersujud, atau sujud kita lalai dari mengingat-Nya. Allah tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia, pasti segalanya ada hikmahnya.
Dompet hilang? Mengapa dari satu bis, hanya kita yang ditakdirkan hilang dompet. Jangan sibuk menyalahkan pencopet, karena memang sudah jelas salah dan begitu pekerjaannya.
Renungkanlah… boleh jadi kita ini termasuk si kikir, si pelit. Allah Maha Tahu jumlah zakat dan sedekah yang kita keluarkan. Apa sulitnya bagi Dia untuk mengambil apapun yang dititipkan kepada hamba-hamba-Nya.
Anak nakal…! Suami kurang betah di rumah dan kurang mesra ….!, rezeki seret dan sulit…!, bibir sariawan terus menerus atau apa saja kejadian yang menimpa, dalam bentuk apapun, adalah sarana yang paling tepat untuk mengevaluasi.
Segala yang terjadi adalah dengan ijin Allah dan pasti ada hikmah tersendiri yang amat sangat bermanfaat, andaikata kita mau bersungguh-sungguh merenung dengan benar.
Jangan terjebak hanya menyalahkan dan mendamprat orang lain, karena tindakan emosional seperti ini sedikit sekali memberi nilai tambah bagi kepribadian kita. Bahkan bila tidak tepat serta berlebihan hanya akan menimbulkan kebencian dan masalah baru.
Ketahuilah dengan sungguh-sungguh merubah diri, maka berarti pula kita merubah orang lain. Camkan, orang lain tidak hanya punya telinga, namun mereka pun memiliki mata, perasaan, pikiran yang dapat menilai siapa diri kita yang sebenarnya.

Kesimpulan:
Jadikanlah setiap masalah menjadi sarana efektif untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri,karena hal itulah yang menjadi keuntungan bagi diri dan pengundang pertolongan Allah Swt.

5. HANYA  ALLAH-LAH SATU-SATUNYA PENOLONG

Sesungguhnya tidak akan terjadi sesuatu kecuali dengan ijin Allah Swt. Baik itu berupa musibah, maupun berupa nikmat, walau bergabung jin dan manusia seluruhnya akan mencelakakan kita,demi Allah tidak akan jatuh satu helai rambutpun tanpa ijin-Nya.
Begitupun sebaliknya walau bergabung jin dan manusia menjanjikan akan menolong atau memberi sesuatu, tidak pernah akan datang satu peserpun tanpa ijin-Nya.
Mati matian kita ikhtiar dan meminta bantuan siapapun, tanpa ijin-Nya tak akan pernah terjadi yang kita harapkan. Maka sebodoh-bodoh kita adalah orang yang paling berharap dan takut kepada selain Allah.Itulah biang kesengsaraan dan biang jauhnya pertolongan Allah Swt.
Ketahuilah yang namanya makhluk itu ‘laa haula walaa quwata illa billahi ‘aliyil ‘adziim” tiada daya dan tiada upaya kecuali pertolongan Allah Yang Maha Agung. Asalnya hanya setetes sperma, ujungnya jadi bangkai, kemana-mana membawa kotoran.
Allah menjanjikan dalam Surat At-Thalaq 2-3: ‘ Barang siapa yang bersungguh-sungguh mendekati Allah (bertaqwa) niscaya akan diberi jalan keluar bagi setiap urusannya, dan akan diberi rizki dari tempat yang tidak disangka-sangka, dan barang siapa yang bertawakal hanya kepada Allah niscaya akan dicukupi segala kebutuhannya”.
Andaikata sadar dan meyakininya, maka kita memiliki bekal yang sangat kokoh untuk mengarungi hidup ini, tidak pernah gentar menghadapi persoalan apapun karena sesungguhnya yang paling mengetahui struktur masalah kita sebenarnya hanyalah Allah Swt, berikut segala jalan keluar terbaik menurut pengetahuan-Nya Yang Maha Sempurna.
Dia sendiri berjanji akan menuntun memberi jalan keluar dari segala masalah, sepelik dan seberat apapun, karena bagi Dia tidak ada yang rumit dan pelik, semuanya serba mudah dalam gemgaman kekuasaan-Nya.
Pendek kata, jangan takut menghadapi masalah tapi takutlah tidak mendapat pertolongan Allah dalam menghadapinya. Tanpa pertolongan –Nya kita akan terus berkelana dalam kesusahan. Persoalan yang berujung persoalan baru, tanpa nilai tambah bagi dunia akhirat kita, benar-benar kerugian yang nyata.
Terimalah ucapan selamat berbahagia, bagi saudara-saudaraku yang taat kepada Allah dan semakin taat lagi ketika diberi kesusahan dan kesenangan. Sholat terjaga, akhaq mulia, dermawan, hati bersih, dan larut dalam amal-amal yang disukai Allah Swt.
Insya Allah masalah yang ada akan menjadi jalan pendidikan dan Allah yang akan semakin mematangkan diri, mendewasakan, menambah ilmu, meluaskan pengalaman, melipatgandakan ganjaran dan menjadikan hidup ini jauh lebih bermutu, mulia dan terhormat dunia akherat.

Catatan:
Tulisan ini diambil dari ceramah-ceramah Aagym bila ada kesalahan dalam isi (tidak sesuai dengan ceramah Aagym) merupakan kesalahan penulis.

Rabu, 04 Maret 2015

5 Tipe Manusia

5 Tipe Manusia
(Ceramah Aagym)


Pengklasifikasian manusia ini dipandang dari istilah hukum yang digunakan dalam agama Islam. Pendekatan ini sama sekali bukan untuk mencampuradukkan atau merendahkan nilai istilah hukum tersebut, melainkan hanya sekedar guna mempermudah pemahaman kita karena makna dan istilah hukum tersebut sangat sederhana dan akrab bagi kita. Mudah-mudahan bisa jadi cara yang praktis untuk mengukur dan menilai diri sendiri. (Ide dasar ini diambil dari pendapat Emha Ainun Najib)

1. Manusia “Wajib”
Tipe manusia wajib ini memiliki ciri :
• Keberadaannya sangat disukai, dibutuhkan, harus ada sehingga ketiadaannya sangat dirasakan kehilangan.

• Dia sangat disukai karena pribadinya sangat mengesankan, wajahnya yang selalu bersih, cerah dengan senyum tulus yang dapat membahagiaan siapapun yang berjumpa dengannya.

• Tutur katanya yang sopan tak pernah melukai siapapun yang mendengarnya, bahkan pembicaraannya sangat bijak, menjadi penyejuk bagi hati yang gersang, penuntun bagi yang tersesat, perintahnya tak dirasakan sebagai suruhan, orang merasa terhormat dan bahagia untuk memenuhi harapannya tanpa rasa tertekan.

• Akhlaknya sangat mulia, membuat setiap orang meraskan bahagia dan senang dengan kehadirannya, dia sangat menghargai hak-hak dan pendapat orang lain, setiap orang akan merasa aman dan nyaman serta mendapat manfaat dengan keberadaannya

2. Manusia “Sunnah”
Ciri dari tipe ini adalah : kehadiran dan keberadaannya memang menyenangkan, tapi ketiadaannya tidak terasa kehilangan.
Kelompok ini hampir mirip dengan sebagian yang telah diuraikan, berprestasi, etos kerjanya baik, pribadinya menyenangkan hanya saja ketika tiada, lingkungannya tidak merasa kehilangan, kenangannya tidak begitu mendalam.
Andai saja kelompok kedua ini lebih berilmu dan bertekad mempersembahkan yang terbaik dari kehidupannya dengan tulus dan sungguh-sungguh, niscaya dia akan naik peringkatnya ke golongan yang lebih atas, yang lebih utama.

3. Manusia “Mubah”
Ciri khas tipe ini adalah: ada dan tiadanya sama saja.
Sungguh menyedihkan memang menjadi manusia mubadzir seperti ini, kehadirannya tak membawa arti apapun baik manfaat maupun mudharat, dan kepergiannya pun tak terasa kehilangan.
Karyawan tipe ini adalah orang yang tidak mempunyai motivasi, asal-asalan saja, asal kerja, asal ada, tidak memikirkan kualitas, prestasi, kemajuan, perbaikan dan hal produktif lainnya. Sehingga kehidupannya pun tidak menarik, datar-datar saja. Sungguh menyedihkan memang jika hidup yang sekali-kalinya ini tak bermakna. Harus segera dipelajari latar belakang dan penyebabnya, andaikata bisa dimotivasi dengan kursus, pelatihan, rotasi kerja, mudah-mudahan bisa meningkat semangatnya.

4. Manusia “Makruh”
Ciri dari kelompok ini adalah: adanya menimbulkan masalah tiadanya tidak menjadi masalah.
Bila dia ada di kantor akan mengganggu kinerja dan suasana walaupun tidak sampai menimbulkan kerugian besar, setidaknya membuat suasana tidak nyaman dan kenyamanan kerja serta kinerja yang baik dapat terwujud bila ia tidak ada.
Misalkan dari penampilan dan kebersihan badannya mengganggu, kalau bicara banyak kesia-siaan, kalau diberi tugas dan pekerjaan selain tidak tuntas, tidak memuaskan juga mengganggu kinerja karyawan lainnya.

5. Manusia “Haram”
Ciri khas dari kelompok ini adalah : kehadirannya sangat merugikan dan ketiadaannya sangat diharapkan karena menguntungkan.
Orang tipe ini adalah manusia termalang dan terhina karena sangat dirindukan “ketiadaannya”. Tentu saja semua ini adalah karena buah perilakunya sendiri, tiada perbuatan yang tidak kembali kepada dirinya sendiri. Akhlaknya sangat buruk bagai penyakit kronis yang bisa menjalar. Sering memfinah, mengadu domba, suka membual, tidak amanah, serakah, tamak, sangat tidak disiplin, pekerjaannya tidak pernah jelas ujungnya, bukan menyelesaikan pekerjaan malah sebaliknya menjadi pembuat masalah. Pendek kata di adalah “trouble maker”.
Silahkan anda renungkan, kita termasuk kategori yang mana...?

Semoga semua ini menjadi bahan renungan agar hidup yang hanya sekali ini kita bisa merobah diri dan mempersembahkan yang terbaik dan yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat nanti.
Jadilah manusia yang “wajib ada”. 

Catatan:
Tulisan ini diambil dari ceramah-ceramah Aagym yang dituangkan dalam tulisan bila ada kesalahan dalam isi (tidak sesuai dengan ceramah Aagym) merupakan kesalahan penulis.

Barokah Shalat Khusyu

Barokah Shalat Khusyu
(Ceramah Aagym)

Hikam: Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman yaitu orang-orang yang khusyu dalam sholatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna. (Al-Quran: Surat Al-Mu’ minun).
Rosulullah SAW bersabda : Ilmu yang pertama kali di angkat dari muka bumi ialah kekhusyuan. (HR. At-Tabrani )

Nabi Muhammad SAW dalam sholatnya benar-benar dijadikan keindahan dan terjadi komunikasi yang penuh kerinduan dan keakraban dengan Allah. Ruku dan sujudnya panjang, terutama ketika sholat sendiri dimalam hari, terkadang sampai kakinya bengkak tapi bukannya berlebihan, karena ingin memberikan yang terbaik sebagai rasa syukur terhadap Tuhannya. Sholatnya tepat pada waktunya dan yang paling penting, sholatnya itu teraflikasi dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri-ciri orang-orang yang sholatnya khusyu:
1. Sangat menjaga waktunya, dia terpelihara dan perbuatan dan perkataan sia-sia apa lagi maksiat. Jadi orang-orang yang menyia-nyiakan waktu suka berbuat maksiat berarti sholatnya belum berkualitas atau belum khusyu.

2. Niatnya ikhlas, jarang kecewa terhadap pujian atau penghargaan, dipuji atau tidak dipuji, dicaci atau tidak dicaci sama saja.

3. Cinta kebersihan karena sebelum sholat, orang harus wudhu terlebih dahulu untuk mensucikan diri dan kotoran atau hadas.

3. Tertib dan disiplin, karena sholat sudah diatur waktunya.

4. Selalu tenang dan tuma’ninah, tuma’ ninah merupakan kombinasi antara tenang dan konsentrasi.

4. Tawadhu dan rendah hati, tawadhu merupakan akhlaknya Rosulullah.

5. Tercegah dan perbuatan keji dan munkar, orang lain aman dari keburukan dan kejelekannya.

6. Orang yang sholatnya khusyu dan suka beramal baik tapi masih suka melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah, mudah-mudahan orang tersebut tidak hanya ritualnya saja yang dikerjakan tetapi ilmunya bertambah sehingga membangkitkan kesadaran dalam dirinya.

Jika kita merasa sholat kita sudah khusyu dan kita ingin menjaga dari keriaan yaitu dengan menambah pemahaman dan mengerti bacaan yang ada didalam sholat dan dalam beribadah jangan terhalang karena takut ria.

Inti dalam sholat yang khusyu yaitu akhlak menjadi baik, sebagaimana Rosulullah menerima perintah sholat dari Allah, agar menjadikan akhlak yang baik. Itulah ciri ibadah yang disukai Allah.
Semoga kira semua bisa dan mampu meningkatkan kualitas sholat kita. Aamiiin…


Catatan:
Tulisan ini diambil dari ceramah-ceramah Aagym yang dituangkan dalam tulisan bila ada kesalahan dalam isi (tidak sesuai dengan ceramah Aagym) merupakan kesalahan penulis.

Selasa, 10 Februari 2015

Berat Jenis Material Bangunan

Untuk men-design atau mengerjakan sebuah proyek ada kalanya kita memerlukan berat jenis material bangunan, baik material yang berasal dari alam atau material yang sudah diolah melalui industri. Beberapa material dasar untuk bangunan biasanya berupa Pasir, Batu, Split, Batu Bata, Semen, Besi Beton, Kayu, Sirtu dll.
Berat jenis suatu material biasanya akan berbeda-beda terutama material yang berasal dari alam dan langsung dipakai(tanpa diolah melalui industri terlebih dahulu). Seperti pasir, batu, kayu dll berat jenisnya sangat bervariasi kurang lebih 150 kg dari nilai yang tertera dibawah. Untuk material yang diolah melalui industri terlebih dulu seperti besi beton dan semen akan mempunyai berat jenis yang lebih mendekati sama.

NoNama MaterialBerat jenis
1Pasir1400kg/m3
2Kerikil, koral,split (kering/lembab)1800kg/m3
3Tanah, lempung (kering/lembab)1700kg/m3
4Tanah, lempung (basah)2000kg/m3
5Batu alam2600kg/m3
6Batu belah, batu bulat, batu gunung1500kg/m3
7Batu karang700kg/m3
8Batu pecah1450kg/m3
9Pasangan bata merah1700kg/m3
10Pasangan batu belah, bulat, gunung2200kg/m3
11Pasangan batu cetak2200kg/m3
12Pasangan batu karang1450kg/m3
13Kayu (kelas I)1000kg/m3
14Beton2200kg/m3
15Beton bertulang2400kg/m3
16Besi tuang7250kg/m3
17Baja7850kg/m3
18Timah hitam/ timbel11400kg/m3

Senin, 19 Januari 2015

The Device (2014) 720p WEB-DL

langsung di Download

Movie-no-good-deed-2014



SinopsisMengisahkan seorang mantan jaksa yang setelah masa pensiunnya lebih banyak tinggal di rumah sebagai ibu rumah tangga bersama suami dan putrinya. Suaminya secara tiba-tiba harus pergi kerumah orang tuanya meninggalkan dia beserta putrinya. Di suatu malam ada seorang pria misterius yang datang kerumahnya dan mengatakan ingin meminjam telepon setelah mobilnya mengalami kecelakaan. Pada kenyataannya, pria misterius tersebut seorang penjahat kejam yang mulai menteror kehidupannya. Kini dia harus bertahan hidup sekaligus memikirkan cara untuk dapat menyelamatkan dirinya sekaligus putrinya.langsung di Download aja

The Hobbit: The Battle of the Five Armies (2014)

langsung di Download aja

Movie Wicked Blood (2014)

Sinopsis
Wicked Blood (2014) berkisah tentang seorang gadis cantik Hannah Lee Baker (Abigail Breslin) yang pintar dalam bermain catur. Hannah dan kakakanya amber (Alexa PenaVega) tinggal dengan pamannya donny (Lew Temple) seorang pecandu narkoba. Hannah mulai bekerja pada pamannya Frank Stinson (Sean Bean) sebagai kurir untuk mengantarkan narkoba. Terjadi masalah antara frank dan wild bill (James Purefoy) seorang pengedar narkoba yang menjain hubungan dengan amber. Dengan kecerdasannya hannah memaikan peran dalam kekacuan ini layaknya permainan catur.
Silahkan di Download

Movie Outcast (2014)

Sinopsis
Ketika seorang pewaris tahta menjadi sebuah target pembunuhan oleh pamannya, hanya ada satu harapan untuk bisa menyelamatkan diri. Pangeran muda dan saudara perempuannya hanya menginginkan sebuah perlindungan untuk dapat selamat dari kekejaman pamannya. Mereka yang menjadi seperti buronan mendapatkan bantuan dari seorang prajurit perang salib bernama Arken (Hayden Christensen). Arken yang harus mengatasi semua orang yang akan membunuh pangeran juga dibantu oleh temannya dulu sesama tentara tapi kini dia telah menjadi seorang bandit bernama Gallain (Nicolas Cage). Arken dan Gallain telah bertekad menlakukan apapun agar bisa mengembalikan sang pangeran kekerajaannya.
Silahkan di 

Download Movie Get on Up (2014)

Sinopsis
“Get on Up” merupakan film yang diadaptasi dari kisah nyata seorang penyanyi Soul bernama James Brown. Film ini akan mengisakahkan tentang caranya dalam bermusik, yang telah melewati berbagai batasan dan selalu bergerak sesuai hatinya. Pada masa kanak-kanaknya, James hanya bocah kecil dari keluarga miskin yang tinggal disebuah gubuk kayu. Dengan kenyakinannya tentang genre yang dibawanya kini dia menjadi seorang legenda dan menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh pada abad ke-20.
Silahkan di Download

Download Movie [REC] 4: Apocalypse (2014)


Sinopsis
Angela Vidal, seorang reporter muda yang memasuki suatu gedung bersama dengan pemadam kebakaran dan dia berhasil keluar hidup-hidup dari tempat itu. Tapi yang kru pemadam tidak mengetahui bahwa Angela membawa suatu benih infeksi yang asing. 
Setelah hal itu diketahui, sebuah tempat pengeboran minyak tua yang berada di lepas pantai dengan dikelilingi oleh air dan telah dilengkapi berbagai peralatan kini telah menjadi sebuah tempat karantina. Selama beberapa hari Angela harus tinggal di kamar isolasi yang terdapat pada tempat karantina tersebut.
mangga di Download